Media Harian Online

Media Harian Online
Home » » BNNK Asahan Gelar Pelatihan Life Skill Bagi Masyarakat Daerah Rawan Narkoba

BNNK Asahan Gelar Pelatihan Life Skill Bagi Masyarakat Daerah Rawan Narkoba

Written By siswo handoyo on Selasa, 27 September 2016 | 21.32


Kisaran, DUTAcw NEWS.
Badan Narkotika Nasioal Kabupaten (BNNK) Asahan, Sumatera Utara menyelenggarakan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui pembinaan teknis life skill kepada masyarakat di wilayah rawan narkoba khusunya di lingkungan posko anti narkoba yang telah berdiri di Kabupaten Asahan.
Kegiatan Pembinaan teknis life skill berupa pelatihan tata rambut itu dilaksanakan di Posko Anti Narkoba Dadimulyo, Kelurahan Dadimulyo Kecamatan Kisaran Barat, Kamis (25/8) belum lama ini.
Pelatihan itu diikuti oleh sepuluh orang peserta yang dipilih dari 3 posko anti narkoba yang telah ada di Kecamatan Kisaran Barat yakni Posko Sidodadi, Posko Dadimulyo, dan Posko Teladan yang terdiri dari enam orang wanita dan empat orang pria. Masing – masing peserta terlihat diberikan peralatan untuk mendukung jalannya kegiatan berupa peralatan pangkas dan tata rambut salon
Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNNK Asahan, Hendi SH yang ditemui di lokasi kegiatan menyampaikan bahwa pelatihan tata rambut tersebut merupakan kegiatan perdana model pemberdayaan masyarakat yang diselenggarakan BNN kepada masyarakat di wilayah rawan narkoba. 
Dikatakannya pembinaan teknis ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kemampuan masyarakat dalam suatu bidang sehingga dapat diteruskan sebagai keterampilan tambahan, dan bisa jadi sebagai mata pencaharian dan sebagainya. Karena pembinaan teknis life skill ini diselenggarakan dengan mengundang dua orang praktisi tata rambut dan salon yang telah berpengalaman di bidangnya khususnya di wilayah Kabupaten Asahan.
Sehingga diharapkan penyelenggaraan pemberdayaan teknis ini dapat mendorong semangat masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah rawan narkoba agar dapat berusaha untuk memperoleh penghasilan dari kegiatan positif, ujar Hendi. 
Sementara Annes Suryani ahli tata rias rambut yang mejadi tenaga pelatih dalam kegiatan tersebut menyampaikan pelatihan itu memang dapat memberikan banyak manfaat bagi peserta, namun dengan penyelenggaraan satu hari saja dinilai tidak cukup efektif.
“Kegiatan pelatihan tata rambut maupun salon seperti ini akan lebih efektif jika dilaksanakan lebih dari satu hari karena akan memberikan banyak waktu dan kesempatan kepada peserta untuk meningkatkan kemampuannya,” kata Annes.(fir/rel)
Share this article :
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. DCW_News - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger